Mahasiswa Kimia ULM Asah Jiwa Inovator melalui Simulasi Investasi Berbasis Kimia Hijau
Mahasiswa Kimia ULM Asah Jiwa Inovator melalui Simulasi Investasi Berbasis Kimia Hijau
Program Studi S1 Kimia Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik melalui Mata Kuliah Kimia Hijau pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 50 mahasiswa diajak untuk tidak hanya merancang produk ramah lingkungan, tetapi juga mempresentasikan ide bisnis mereka layaknya seorang wirausahawan yang mencari pendanaan dari investor. Pendekatan ini diterapkan oleh dosen pengampu, Utami Irawati, Ph.D. dan Aulia Rhamdani Arfan, S.Si., M.Si., sebagai upaya mengintegrasikan konsep Green Chemistry dengan tantangan dunia industri dan bisnis.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam 10 kelompok. Delapan kelompok bertugas mengembangkan konsep produk komersial berbasis prinsip kimia hijau, sementara dua kelompok lainnya berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan hipotetik yang bertindak sebagai calon investor. Pada dua pertemuan terakhir, setiap kelompok melakukan sesi pitching untuk memaparkan keunggulan produk, analisis pasar, strategi pemasaran, model bisnis, hingga proyeksi keuntungan guna meyakinkan para investor agar memilih produk mereka untuk didanai.
Berbagai gagasan kreatif berhasil lahir dari proyek tersebut. Di antaranya adalah House of Lumina, pakaian olahraga berbahan serat lyocell dengan teknologi fotokatalitik yang memiliki fitur self-cleaning dan antibakteri; AquaPureTab, tablet penjernih air berbahan karbon aktif tempurung kelapa dan biji kelor; serta Green Ink, tinta ramah lingkungan berbasis limbah dan bahan alam. Selain itu, terdapat pula inovasi BanaShield, sunscreen berbahan lignin dari limbah batang pisang, dan BioPot EcoGrow yang memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai alternatif polybag biodegradable untuk sektor pertanian. Keragaman inovasi tersebut menunjukkan luasnya peran ilmu kimia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang kehidupan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip Kimia Hijau, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, kerja sama tim, kreativitas, serta pengambilan keputusan. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 6, SDG 9, SDG 12, dan SDG 13. Aulia Rhamdani Arfan menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami bahwa inovasi berkelanjutan harus mampu diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sedangkan Utami Irawati mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan berbagai ide produk yang ramah lingkungan. Melalui pembelajaran berbasis proyek ini, ULM terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi inovator bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.